4 = 2 + 2;
4 = 2 x 2;
4 = 2^2;
Untuk perhitungan matematika di atas saya kira tidak perlu dipermasalahkan kebenarannya. Tapi ada hal unik di sini. Kita hanya melihat dua buah angka yaitu 4 dan 2. Jik angka 2 dijumlah, dikali dan dipangkatkan dengan dirinya sendiri hasilnya adalah sama yaitu 4 .
Berhenti berhitung. Ada pelajaran penting yang bisa kita petik dari persoalan tersebut. Jika sebelumnya persoalan 1 + 1 yang berfokus pada pertanyaannya. Kali ini, jawabannya yang menjadi fokus kita.
Jika kita melihat hasil. Maka hasilnya tidak akan berubah. Siapa yang menanam angin dia pasti menuai badai. Kita tidak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubahnya. Sama seperti yang terjadi dengan para capres (calon presiden) kita saat ini. Saling klaim keberhasilan dan saling menuding kesalahan. Hasilnya sudah seperti ini, inilah Indonesia dengan segala kebaikan dan keburukannya. Sama seperti persoalan matematika di atas, semua capres kita sebenarnya berada pada satu persamaan. Mereka pernah bekerja bersama hingga akhirnya (Indonesia) seperti ini. Tapi yang membedakannya adalah bagaimana hubungan itu dimaknai. Apakah dikali, ditambah atau dipangkatkan.
Juga sama seperti yang terjadi dengan program The Master yang penuh kontrovesial itu. Kita hanya melihat hasilnya. Tebakannya benar, bisa menghilang, bisa muncul begitu saja dan lain sebagainya. Ada yang coba menebak apa yang sebenarnya terjadi. Ada yang melihatnya begitu sederhana seperti sebuah penjumlahan dan ada juga yang melihatnya dengan begitu rumit.
Orang melihat sesuatu tentunya dengan ilmu yang mereka dapatkan. Setiap orang berbeda-beda ilmu dan pengalaman yang mereka terima. Misalnya 2 pangkat 2 ditanyakan ke anak kelas satu pasti tidak bisa menjawabnya. Pasti setelah terus meningkatnya kelas dia akan bisa menjawabnya. Bahwa 2 pangkat 2 berasal dari 2 kali 2, dan 2 kali 2 berasal dari 2 ditambah 2. Itulah gunanya kita belajar penjumlahan.
Ada orang yang melihat sesuatu dengan sederhana ada juga yang begitu rumit. Itu tergantung orangnya. Sebegitu sederhanya masalah itu malah diremehkan dan dianggap tidak ada. Sebaliknya ada yang menganggapnya begitu rumit dan berharap bisa lari dari situ. Sebenarnya keduanya ingin masalah ini cepat terselesaikan karena jawabannya sudah ada. Tapi semuanya tidak akan terselesaikan jika kita tidak pernah mencoba. Jangan terus berkhayal. Stop Dreaming Start Action. Lakukan sesuatu, apakah akan ditambah, dikali atau dipangkat. Pasti akan ada jawabannya.
0 Komentar:
Untuk menghargai tulisan ini cukup dengan memberikan komentar.
(NO SPAM). Dan tidak melakukan PLAGIAT tanpa izin. Terima Kasih
Belum Ada yang komentar
Ayoo.. Berikan pendapatmu.
Sekecil apapun itu, pasti ada nilainya
Poskan Komentar