Cegah korupsi dengan uang pecahan baru

Siapa yang tidak kenal dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Lembaga ini sangat ditakuti oleh para koruptor hingga banyak cara untuk memandulkannya. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Tentu teman-teman sudah bisa mencium cara-cara mereka. Dan tanggal 10 Juli 2009 kemarin Bank Indonesia sudah merilis uang pecahan baru Rp 2.000,- berwarna abu-abu.. Lalu apa hubungan keduanya?

Kalau dicermati ada kesamaan antara KPK dengan uang baru tersebut. Kalau di KPK diketuai oleh Antasari Azhar yang sekarang sudah non aktif karena terkena skandal dan di uang Rp 2.000,- itu ada gambar pahlawan nasional dari Banjarmasin yang bernama Pangeran Antasari. Entah ini kebetulan atau disengaja ada kemiripan nama dan KUMIS.

Antasari Azhar


Siapa yang tidak kenal dengan Antasari Azhar? Ditakuti oleh para koruptor hingga akhirnya kesangarannya hilang karena mendekam di penjara gara-gara isunya soal wanita yang bernama Rani Juliani. Seandainya dia tidak dipenjara mungkin pemberantasan korupsi tidak akan mandek seperti ini dan mungkin mencegah korupsi dengan uang pecahan baru ini bisa lebih optimal. Seperti program pencegahan lainnya. Mungkin dulu ada kerjasama antara KPK dengan BI.

Orang-orang bakalan takut korupsi.
Jangan korupsi uang ini, nanti kamu ditangkap sama KPK. Tuh… ada Antasari lagi ngawasin. Kamu tidak takut sama kumisnya?


Biarpun nominalnya tidak besar tapi ini bisa mencegah para koruptor pemula. Karena uang seperti ini biasanya banyak beredar di para pelajar dan orang-orang kecil. Tapi kalau untuk koruptor kelas kakap sepertinya harus dikeluarkan uang pecahan baru. Ada yang mengatakan keluarkan saja uang Rp 200.000,- yang bergambar Pulau Nusa Kambangan. Biar mereka takut masuk di sana.

Apakah ini cara pencegahan korupsi yang sangat ampuh? Jawabannya YA. Mau tahu kenapa pemalsuan uang sekarang ini sangat marak dibandingkan dulu? Bukan teknologinya yang mendukung. Jawabannya adalah uang pecahan sekarang sudah tidak ada lagi dicantumkan hukuman bagi para pembuat dan pengedarnya. “Barang siapa yang …..”. Coba kamu periksa. Seandainya di setiap pecahan uang ada tulisan “ Tidak untuk diKorupsi”.


Kenapa sekarang ini marak kasus mutilasi? Jawabannya ada di uang kertas pecahan Rp 1.000,-. Bagaimana meningkatkan pariwisata Indonesia? Jawabannya ada di uang pecahan Rp 50.000,-. Cara kampanye capres yang paling efektif? Lihat uang pecahan Rp 100.000,-. Kenapa uang kertas pecahan Rp 500,- ditarik? Itu karena banyak yang tersinggung. Kamu tersinggung?

Paling tidak, cara ini satu langkah lebih maju dibandingkan peringatan bahaya merokok yang ada di setiap bungkus rokok. Walaupun masih banyak yang merokok. Dan di beberapa negara peringatan bahaya merokok tidak lagi menggunakan tulisan tapi dengan gambar korban merokok. Indonesia Kapan?


Artikel Terkait:

0 Komentar:


Untuk menghargai tulisan ini cukup dengan memberikan komentar.
(NO SPAM). Dan tidak melakukan PLAGIAT tanpa izin. Terima Kasih


Belum Ada yang komentar

Ayoo.. Berikan pendapatmu.
Sekecil apapun itu, pasti ada nilainya

Poskan Komentar