Sejarah Presiden Indonesia Terulang

Orang mengatakan bahwa sejarah sering terulang. Itulah yang terjadi dengan sejarah presiden Republik Indonesia. Bukan sekedar kondisi namun situasi, suasana dan juga sifat-sifat orang yang terlibat di dalamnya yang sama.

Kita semua tahu bahwa capres kita yang bertarung saat ini , Megawati, SBY dan Jusuf Kalla, adalah orang-orang yang terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia. Para calon kita ini ternyata punya banyak kesamaan dengan para presiden pendahulunya. Situasi, kondisi, suasana dan sifat-sifatnya juga sama. Nomor urutnya pun mengindikasikan jejak sejarah itu.

1. Megawati Sukarno Putri
Presiden wanita pertama RI yang mempunyai kharisma yang kuat, tegas, semangat dan pemberani sama seperti ayahnya Ir. Sukarno, presiden pertama Indonesia. Keduanya adalah peletak pondasi negara di masanya. Sukarno pada masa awal kemerdekaan sedangkan Megawati pada masa awal reformasi.

2. Susilo Bambang Yudoyono
Presiden yang menggantikan Megawati melalui Pemilu Presiden pertama di Indonesia. Seorang militer dengan prestasi cemerlang sama seperti Presiden Suharto. Keduanya memiliki sifat yang sama: tegas, berwibawa dan pembawaan tenang. Sama-sama orang kepercayaan presiden sebelumnya dan kemudian menggantikannya dengan perasaan ‘tidak enak’.

3. Jusuf Kalla
Memang Pak JK belum jadi presiden. Tapi banyak kesamaan dengan Presiden Indonesia ketiga yaitu Habibie yang menggantikan Suharto. Sama-sama orang luar Jawa (Sulawesi Selatan). Orangnya tegas dan spontan dalam bicara namun terukur. Orang kepercayaan presiden yang kemudian menjadi wakilnya. Hadir menjadi solusi di tengah krisis ekonomi dunia. Habibie di jilid pertama dan JK di jilid kedua.

Apakah ini sudah suratan atautakdir? Yang jelas sejarah sudah kita lihat dan sekarang kita rasakan. Kemudian waktunya untuk mewujudkannya. Kinilah saatnya. Stop Dreaming Start Action.




Artikel Terkait:

0 Komentar:


Untuk menghargai tulisan ini cukup dengan memberikan komentar.
(NO SPAM). Dan tidak melakukan PLAGIAT tanpa izin. Terima Kasih


Belum Ada yang komentar

Ayoo.. Berikan pendapatmu.
Sekecil apapun itu, pasti ada nilainya

Poskan Komentar